Thursday, May 23, 2013

5 Cara Tepat Memilih Sepatu Bagi Pasien Diabetes

penderita diabetes, pengobatan diabetes melitus tipe 2, tips memilih sepatu diabetes, obat diabetes herbal tiens, SMS 085793919595, cara pengobatan penyakit gula
Penderita diabetes di dunia semakin meningkat angkanya. Tak hanya itu, kurangnya kesadaran tentang implikasi penyakit ini, setiap tahun 50 ribu orang diamputasi kakinya. Untuk itu bagi pasien diabetes perlu melakukan beberapa hal penting saat membeli sepatu.

Seperti dikutip dari Times of India, berikut ini cara tepat untuk memilih sepatu bagi pasien diabetes seperti yang disarankan dr Pradeep Gadge, diabetologis tamu di Andheri's Seven Hills Hospital:

1. Apakah Tekanannya Tepat?

Sebelum membeli sepasang sepatu, berkonsultasilah dengan diabetologis atau orthotist untuk menilai berapa banyak tekanan pada telapak kaki Anda. Orthotis dan teknisi alas kaki Dhruv Saraiya mengatakan idealnya 50 persen berat badan berada pada tumit ketika berdiri, 20 persen pada jempol kaki, dan 30 persen pada jari kaki depan dan lateral (luar) sisi kaki.

"Karena kurangnya sensasi di kaki mereka, penderita diabetes tidak menyadari tentang jumlah tekanan yang mereka letakkan pada titik tertentu sambil berjalan. Jika mereka terus melakukan tekanan konstan pada tempat yang sama, itu dapat menyebabkan luka dan borok yang mungkin butuh waktu lama untuk menyembuhkan atau mungkin tidak menyembuhkan sama sekali," kata Dhruv.

Sebuah analisis titik tekanan digunakan untuk mendesain sol yang disesuaikan untuk individu, yang akan membantu melindungi kaki dari cedera.

2. Kenakan Sol Tebal

Sol untuk non-penderita diabetes rata-rata memiliki ketebalan 3 mm. Namun, untuk penderita diabetes perlu memakai sol yang meiliki ketebalan antara 8 mm hingga 12 mm. Alasannya adalah biomekanik berubah kaki.

Bhushan Hemade, orthotist dari Algeos India mengatakan, "Orang-orang yang kurang merasakan kakinya mungkin juga memiliki kontrol otot yang kurang. Jika seseorang terus memberikan tekanan pada area yang melemah sambil berjalan, akan menyebabkan dislokasi tulang atau patah tulang pada kaki atau pergelangan kaki. Sol yang tebal akan menolong jatuhnya lengkungan kaki dan memberikan kontrol gerakan yang lebih baik bagi penderita diabetes."

3. Pilih Sol yang Kaku

Sepatu dengan sol yang kaku dikenal untuk mengurangi tekanan pada kaki depan. Bhushan menjelaskan, "Sepatu yang kaku membatasi pergerakan dari sendi pada kaki. Ini mencegah peregangan berlebihan plantar fasia atau tendon lengkungan kaki, sehingga mendistribusikan berat badan lebih besar daerah kaki. Ketika berat badan akan didistribusikan, ada kemungkinan kerusakan jaringan akan berkurang."

4. Belanjalah di Malam Hari

Para ahli menyarankan sebaiknya berbelanja sepatu di malam hari. "Karena berdiri sepanjang hari, duduk dan berjalan, kaki menjadi bengkak. Mereka akan kembali ke ukuran normal mereka di pagi hari," kata Dhruv.

Ia menyarankan agar membeli sepatu ketika kaki membengkak hingga kapasitas maksimum. Karena hal ini akan memberikan ukuran yang lebih cocok dan mencegah luka akibat sepatu yang bisa berubah menjadi luka besar.

5. Pilihlah Sepatu yang Bersirkulasi

Jika Anda penderita diabetes, belilah sepatu kulit, suede, atau kain untuk sirkulasi udara yang lebih baik. Pastikan ada cukup ruang untuk jari-jari kaki Anda untuk bergerak bebas di dalam sepatu.

Nah, tips lainnya untuk menjaga agar kaki Anda tetap sehat adalah:

- Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun ringan

- Periksa suhu air dengan menggunakan jari tangan Anda. Dengan sensasi rendah di kaki Anda, Anda mungkin tidak tahu apakah air terlalu panas

- Ingatlah untuk mengeringkan kaki dengan lembut khususnya di antara jari kaki

- Kenakan sepasang kaus kaki bersih setiap hari

- Kaki kering dapat mengembangkan retak yang dapat berubah menjadi luka. Lembabkan mereka setiap hari dengan body lotion

- Jangan berdiri di satu posisi lama dan berhenti merokok. Ini mengurangi aliran darah ke kaki Anda.

Hal ini disarankan sebab dokter mengatakan bahwa hampir 70 persen dari semua penderita diabetes akhirnya menderita neuropati perifer atau kerusakan saraf pada sistem saraf perifer, yang disebabkan oleh gula darah tinggi. Dan ketika hal ini terjadi, saraf di kaki adalah yang pertama terkena.

"Kadar glukosa tinggi dapat melemahkan dinding kapiler yang memasok saraf dengan oksigen dan menyebabkan sirkulasi darah yang buruk pada kaki. Hasilnya adalah mati rasa dan hilangnya sensasi di kaki," jelas dr Pradeep.

Sirkulasi darah yang buruk dapat memperpanjang penyembuhan dan memungkinkan luka menyebar. Luka yang tak dapat disembuhkan menyebabkan kerusakan parah pada jaringan dan tulang dan mungkin memerlukan amputasi jari kaki, kaki atau bagian dari kaki.

Dr Pradeep menambahkan, "Semua penderita diabetes harus berinvestasi dalam sepatu pelindung dan mengurus kaki mereka." (detikhealth)


BACA JUGA : 


No comments:

Post a Comment